<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Vidila Rosalina&#039;s Web Blog</title>
	<atom:link href="http://vidilarosalina.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vidilarosalina.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Sep 2009 02:41:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='vidilarosalina.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Vidila Rosalina&#039;s Web Blog</title>
		<link>http://vidilarosalina.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://vidilarosalina.wordpress.com/osd.xml" title="Vidila Rosalina&#039;s Web Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://vidilarosalina.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bekerja di Saat Hamil</title>
		<link>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/bekerja-di-saat-hamil/</link>
		<comments>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/bekerja-di-saat-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 04:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vidila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vidilarosalina.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Bulan-bulan pertama biasanya penuh dengan perjuangan bagi calon mama baru, karena selain “ditemani” dengan rasa mual, sakit kepala, nyeri punggung, tapi juga bisa mengganggu aktivitas bekerja. Nah, saran berikut mungkin bisa membantu agar Anda tetap oke bekerja meski sedang hamil • Berterus teranglah pada rekan kerja dan atasan, tentang perubahan yang mungkin terjadi pada Anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=51&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-56" title="hamil" src="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/hamil.jpg" alt="hamil" width="89" height="119" />Bulan-bulan pertama biasanya penuh dengan perjuangan bagi calon mama baru, karena selain “ditemani” dengan rasa mual, sakit kepala, nyeri punggung, tapi juga bisa mengganggu aktivitas bekerja.  Nah, saran berikut mungkin bisa membantu agar Anda tetap oke bekerja meski sedang hamil</p>
<p>• Berterus teranglah pada rekan kerja dan atasan, tentang perubahan yang mungkin terjadi pada Anda dalam minggu-minggu mendatang.  Anda mungkin akan perlu lebih sering duduk atau istirahat sejenak.</p>
<p>• Buatlah senyaman mungkin di tempat kerja.  Pasang ganjal kaki atau bantal kursi agar Anda bisa duduk lebih nyaman.</p>
<p>• Usahakan seminim mungkin terpapar asap rokok.  Kenakan masker bila ruangan Anda tidak bebas asap rokok.</p>
<p>• Jangan angkat-angkat barang, apalagi yang berat.  Kalau harus mengambil sesuatu di lantai, jangan membungkuk tapi berlututlah.  Bila perlu, jangan ragu untuk minta tolong.</p>
<p>• Jangan gampang terpancing emosi. Hamil memang bikin lebih sensitif.  Tariklah napas dalam-dalam bila Anda merasa emosi mulai naik.</p>
<p>• Kenakan pakaian yang nyaman, seperti sepatu tanpa hak.  Kalau tempat kerja menuntut Anda harus mengenakan pakaian tertentu, ijinlah pada bos untuk memberikan pengecualian.</p>
<p>• Pilih baik-baik makanan yang Anda konsumsi di luar rumah, agar aman dan sehat bagi janin.</p>
<p>• Jangan terlalu capek bekerja.  Anda tetap harus agak mengerem aktivitas, agar kehamilan berjalan lancar dan tidak terjadi kelahiran prematur.</p>
<p><img src="http://www.parenting.co.id/images/blank_10px.gif" alt="" width="1" height="10" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vidilarosalina.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vidilarosalina.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vidilarosalina.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vidilarosalina.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vidilarosalina.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vidilarosalina.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vidilarosalina.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vidilarosalina.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vidilarosalina.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vidilarosalina.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vidilarosalina.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vidilarosalina.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vidilarosalina.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vidilarosalina.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=51&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/bekerja-di-saat-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512fe2409580f7b8ba66fca7e07d554?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vidila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/hamil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hamil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.parenting.co.id/images/blank_10px.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jalan-jalan ke Kampung Halaman</title>
		<link>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/jalan-jalan-ke-kampung-halaman/</link>
		<comments>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/jalan-jalan-ke-kampung-halaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 04:19:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vidila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vidilarosalina.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Mumpung lagi musim mudik, travel tips kali ini topiknya tentang heritage travel. Heritage travel merupakan perjalanan ke suatu kawasan, tempat, atau situs bersejarah yang berkaitan dengan asal-usul si pejalan. Mudik sejatinya juga adalah tindakan kembali ke asal. Semua orang pernah mudik karena kita semua berasal dari suatu tempat. Entah dulu nenek moyang, orang tua, atau bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=43&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top:0;line-height:20px;"><img class="alignleft size-full wp-image-48" title="malang" src="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/malang2.jpg" alt="malang" width="150" height="113" /><br />
Mumpung lagi musim mudik, travel tips kali ini topiknya tentang <em>heritage travel.</em> <em>Heritage travel</em> merupakan perjalanan ke suatu kawasan, tempat, atau situs bersejarah yang berkaitan dengan asal-usul si pejalan.</p>
<p style="margin-top:0;line-height:20px;">Mudik sejatinya juga adalah tindakan kembali ke asal. Semua orang pernah mudik karena kita semua berasal dari suatu tempat. Entah dulu nenek moyang, orang tua, atau bahkan kita sendiri mengarungi lautan atau hanya melintasi batas wilayah daratan untuk mencari penghidupan yang lebih baik.</p>
<p style="margin-top:0;line-height:20px;">Kembali ke <em>heritage travel.</em> Sekarang ini, semakin banyak traveler menemukan akar dari garis darah mereka melalui heritage travel. Perjalanan jenis ini menggabungkan kegairahan, relaksasi, kaitan antara liburan dengan pendidikan sejarah. Namun ini bukan pelajaran sejarah biasa, dimana Anda akan tertidur setelah memasuki bab kedua. Ketika subyek pelajarannya adalah tentang sejarah keluarga Anda, Anda akan merasa nikmat dan nyaman duduk di deretan terdepan.</p>
<p style="margin-top:0;line-height:20px;">Saat menemukan kembali akar keluarga melalui <em>heritage travel</em>, Anda bisa terharu, terutama bila latar belakang budaya Anda berbeda dengan pasangan Anda. Berbagi <em>heritage</em>dengan pasangan baru atau dengan anak-anak dapat membuat semakin banyak orang melewatkan kesenangan di taman-taman hiburan dunia dan berlayar menuju tanah nenek moyang mereka.</p>
<p style="margin-top:0;line-height:20px;"><strong>Beragam wajah <em>heritage tourism</em></strong></p>
<p style="margin-top:0;line-height:20px;">Heritage tourism adalah perjalanan untuk menikmati tempat, monumen atau museum dan relikwi yang bercerita tentang orang, budaya maupun ras. Ceritanya seringkali mewakili gambaran masa silam atau menjelajahi perjalanan yang melelahkan dari terbentuknya kesadaran nasional sejak masih berbentuk primordial awal hingga terbentuknya negara moderen seperti sekarang. Melalui cerita itu, <em>travelers</em> memahami cara pandang nenek moyang mereka, simbol-simbol di artefak dan segala potongan yang membentuk identitas budaya mereka.</p>
<p style="margin-top:0;line-height:20px;">Namun <em>heritage travel</em> bukan hanya soal menemukan akar keturunan seseorang. Sering kali, itu juga merupakan perjalanan ke masa yang baru saja berlalu untuk mengalami kejadian-kejadian yang membentuk lingkungan sekitar kita sekarang.</p>
<p style="margin-top:0;line-height:20px;">Di Indonesia, perjalanan semacam ini mungkin belum populer. Di Amerika Serikat (AS) <em>heritage trave</em>l amat populer. Para <em>travelers</em> mencari ikon sejarah yang tampak jelas -tempat terjadinya peperangan, tempat terjadinya protes hak-hak sipil- yang penting dalam pembangunan suatu bangsa.</p>
<p style="margin-top:0;line-height:20px;">Negara-negara bagian di AS menangkap peluang adanya <em>heritage travel </em>yang semakin populer itu. Banyak negara bagian telah membuat program turisme <em>cultural heritage</em> yang didisain untuk mempromosikan situs-situs tertentu dan monumen di negara bagian tersebut. Data terakhir, ada lebih dari 74,000 area bersejarah, taman nasional, dan<em>landmark</em> yang berkaitan dengan heritage travel yang telah diidentifikasi untuk kemudian dipreservasi dan kemudian siap untuk dikunjungi di negara itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vidilarosalina.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vidilarosalina.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vidilarosalina.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vidilarosalina.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vidilarosalina.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vidilarosalina.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vidilarosalina.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vidilarosalina.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vidilarosalina.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vidilarosalina.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vidilarosalina.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vidilarosalina.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vidilarosalina.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vidilarosalina.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=43&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/jalan-jalan-ke-kampung-halaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512fe2409580f7b8ba66fca7e07d554?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vidila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/malang2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">malang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Membuat Puding</title>
		<link>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/kiat-membuat-puding/</link>
		<comments>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/kiat-membuat-puding/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 04:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vidila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dapur]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vidilarosalina.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Puding biasanya dimakan dalam keadaan dingin sebagai hidangan penutup setelah makanan utama. Bagaimana cara membuat puding yang baik dan enak, simak kiat berikut ini: 1. Sebelum dipakai, wadah untuk puding sebaiknya dibasahi dulu dengan air matang, agar puding mudah lepas dari wadahnya. 2. Rebus air, gula dan agar-agar sekaligus. Memasukkan agar-agar bubuk saat air sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=38&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top:0;line-height:20px;"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-39" title="puding" src="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/puding.jpg?w=150&#038;h=113" alt="puding" width="150" height="113" />Puding biasanya dimakan dalam keadaan dingin sebagai hidangan penutup setelah makanan utama. Bagaimana cara membuat puding yang baik dan enak, simak kiat berikut ini:</p>
<p style="margin-top:0;line-height:20px;">1. Sebelum dipakai, wadah untuk puding sebaiknya dibasahi dulu dengan air matang, agar puding mudah lepas dari wadahnya.<br />
2. Rebus air, gula dan agar-agar sekaligus. Memasukkan agar-agar bubuk saat air sedang panas, akan membuat puding menggumpal.<br />
3. Jika campuran puding berupa jus buah, sebaiknya jus dicampur setelah agar-agar mendidih. Jika jus buah dimasak bersama agar-agar bubuk, maka hasilnya puding tidak akan mengeras.<br />
4. Jika campuran puding terdiri dari susu dan air koktail, masaklah susu lebih dulu dengan agar-agar bubuk sampai mendidih, kemudian baru campurkan air koktailnya. Kalau air koktail dicampur sejak awal, susu akan pecah.<br />
5. Jika menggunakan kuning telur, sebaiknya tidak dimasak bersamaan dengan agar-agar, karena kuning telur akan matang dan menimbulkan bercak-bercak seperti serabut. Sebaiknya campur kuning telur dengan sedikit agar-agar panas, aduk hingga rata, baru dicampur ke agar-agar mendidih.<br />
6. Bila campurannya putih telur, kocok dulu hingga kaku, baru dicampurkan ke agar-agar yang sudah tidak terlalu panas. Dengan demikian, agar-agar dan putih telur akan tercampur rata.<br />
7. Agar-agar yang telanjur mengeras sebelum dipakai bisa dicairkan kembali dengan jalan di-tim. Atau dimasak ulang dengan tambahan sedikit air matang dan aduk sampai mencair kembali.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vidilarosalina.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vidilarosalina.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vidilarosalina.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vidilarosalina.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vidilarosalina.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vidilarosalina.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vidilarosalina.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vidilarosalina.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vidilarosalina.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vidilarosalina.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vidilarosalina.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vidilarosalina.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vidilarosalina.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vidilarosalina.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=38&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/kiat-membuat-puding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512fe2409580f7b8ba66fca7e07d554?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vidila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/puding.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">puding</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikas</title>
		<link>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/sikas/</link>
		<comments>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/sikas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 03:21:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vidila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vidilarosalina.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Konon sikas sudah ada sejak zaman dinosaurus. Daunnya tajam-tajam, tampilannya eksotik. Batangnya bertekstur kasar, mungkin mirip kulit dinosaurus. Sikas diperkirakan sudah berusia ratusan juta tahun. Usianya ini tergolong purba. Makanya, sikas pun banyak dicari orang. Habitat sikas tersebar di berbagai benua di dunia. Asia termasuk di dalamnya. Sebagai bagian dari Asia, Indonesia merupakan salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=32&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-33" title="sikas" src="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/sikas2.jpg?w=150&#038;h=113" alt="sikas" width="150" height="113" />Konon sikas sudah ada sejak zaman dinosaurus. Daunnya tajam-tajam, tampilannya eksotik. Batangnya bertekstur kasar, mungkin mirip kulit dinosaurus.</p>
<p>Sikas diperkirakan sudah berusia ratusan juta tahun. Usianya ini tergolong purba. Makanya, sikas pun banyak dicari orang.</p>
<p>Habitat sikas tersebar di berbagai benua di dunia. Asia termasuk di dalamnya. Sebagai bagian dari Asia, Indonesia merupakan salah satu habitat sikas. Sumatera adalah habitat terbesarnya. Jenis revoluta paling banyak ditemui. Sekilas melihat perawakan sikas revoluta boleh dikata mirip dengan pohon kurma. Batangnya bersisik, mirip nanas. Daunnya runcing, seperti jarum, berwarna hijau tua.</p>
<p>Pertumbuhan tanaman purba ini terbilang lambat. Dalam satu tahun, ia hanya bertambah tinggi kira-kira 10 cm. Begitu pula dengan kemunculan daunnya. Tidak lebih dari satu helai daun, setiap tahun. Pertumbuhan yang lambat ini menjadi salah satu faktor yang membuatnya mahal.</p>
<p>Anakan sikas revoluta biasanya dijual dengan harga Rp 75.000-Rp 150.000 per pot. Sedangkan harga sikas yang tingginya mencapai kurang lebih 1 meter, bisa mencapai Rp1 juta-Rp 3 juta. Sikas yang diimpor dari Meksiko dan Afrika harganya lebih mahal.</p>
<p>Satu lagi keistimewaan tanaman yang termasuk langka ini. Ia tak rewel, tak menuntut banyak perhatian, dan bandel. Sikas sangat menyukai sinar matahari. Ia bisa diletakkan di dalam maupun luar ruangan. Penyiraman pun tak perlu sering dilakukan. Cukup satu sampai dua kali dalam satu minggu.</p>
<p>Kunci kesuburannya, seperti juga pada tanaman lain, adalah media tanam. Sikas membutuhkan media tanam yang porositasnya tinggi. Anda bisa gunakan campuran pasir malang dan tanah. Agar lebih subur, beri pupuk kandang.</p>
<p>Ingin memperbanyak sikas? Secara alami sikas berkembang biak secara generatif, dengan kawin dan biji. Bisa juga secara vegetatif, dengan pemisahan anakan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vidilarosalina.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vidilarosalina.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vidilarosalina.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vidilarosalina.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vidilarosalina.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vidilarosalina.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vidilarosalina.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vidilarosalina.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vidilarosalina.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vidilarosalina.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vidilarosalina.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vidilarosalina.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vidilarosalina.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vidilarosalina.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=32&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/sikas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512fe2409580f7b8ba66fca7e07d554?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vidila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/sikas2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sikas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cantik atau Sehat?</title>
		<link>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/cantik-atau-sehat/</link>
		<comments>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/cantik-atau-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 02:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vidila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vidilarosalina.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Setiap wanita atau pria, pasti ingin terlihat menarik. Wanita ingin menjadi yang terutama di mata orang yang ia kasihi, begitu pun sebaliknya. Namun, sayangnya, tak semua orang tahu bagaimana memperlakukan tubuh dan jiwanya untuk bisa tampil semenarik mungkin. Anda pasti sudah sering mendengar bahwa inner beauty mempengaruhi outer beauty. Namun, nyatanya mempercantik inner beauty bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=21&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap wanita atau pria, pasti ingin terlihat menarik. Wanita ingin menjadi yang terutama di mata orang yang ia kasihi, begitu pun sebaliknya. Namun, sayangnya, tak semua orang tahu bagaimana memperlakukan tubuh dan jiwanya untuk bisa tampil semenarik mungkin.</p>
<p>Anda pasti sudah sering mendengar bahwa <em>inner beauty</em> mempengaruhi <em>outer beauty</em>. Namun, nyatanya mempercantik <em>inner beauty </em>bukan hal yang mudah. Apa kuncinya?</p>
<p>Dalam acara The Spirit of Healthy Beauty yang diadakan oleh Makarizo, di Indochine, FX, Senayan (4/8), Reza Gunawan, pakar holistik mengatakan, bahwa secara proses, untuk menjadi cantik seorang perempuan harus sehat. Sehat merupakan prasyarat dari<em> inner beauty</em>, dan jika ditelaah lagi, <em>inner beauty </em>merupakan prasyarat dari <em>outer beauty</em>.</p>
<p>Tetapi sebelum melangkah jauh, sebenarnya, apakah <em>inner beauty</em> itu? Menurut Reza, <em>inner beauty</em> merupakan pancaran keindahan yang kita kenali saat berada dekat orang lain, dan kita merasakan energi positif dari orang tersebut. <em>Inner beauty</em>, lanjut Reza, adalah suatu titik ketika seseorang tidak memerlukan pengakuan akan kecantikannya. Dalam arti, ia tak perlu bertanya kepada orang lain, apakah dirinya cantik atau tidak. Ini merupakan kondisi ketika seseorang tersebut merasa 100 persen cantik dan merasa nyaman dengan dirinya apa adanya. Membandingkan diri dengan orang lain, atau mengikuti standar orang lain, membuat kita merasa lelah mengejar, dan ini bukanlah citra diri yang menyehatkan.</p>
<p>Salah satu hal yang membuat <em>inner beauty</em> seseorang terhambat adalah ketika ia tak henti-hentinya membandingkan diri. Membandingkan diri selalu membuat kita merasa kurang, tidak lagi bisa menerima diri apa adanya. Memperbaiki kekurangan diri memang penting, tapi ketika terus-terusan merasa kurang dan memusingkan diri dengan apa yang ada di pikiran orang tentang Anda, itu yang tak baik. Reza mengatakan, kunci untuk bisa menerima keadaan dan ikhlas adalah dengan rileks. Ketika Anda sudah bisa menerima siapa diri Anda dan mencintai tubuh apa adanya, Anda pun akan dengan penuh cinta merawat tubuh.</p>
<p>Reza berkata, bahwa kaitan rileks dengan cantik adalah PNEI (Psiko, Neuro, Endokrin, Imuno). Maksudnya, psiko merupakan pikiran, dan perasaan yang selaras akan membuat saraf (neuro) yang sehat. Ketika neuro-nya sehat, kelenjar tubuh (endokrin) pun akan lancar. Ketika semua itu terjadi, maka sistem imun tubuh (imuno) pun akan baik. Maka, tubuh pun akan makin sehat. Hasilnya? Penampilan cantik luar dalam.</p>
<p>Salah satu tips Reza untuk mendapatkan relaksasi di tengah-tengah kesibukan dan aktivitas sehari-hari adalah dengan melatih fokus kepada nafas. Mudah, bisa dilakukan di mana pun, dan gratis! Caranya, untuk secara sadar melatih pernapasan. Karena pada umumnya, kita cenderung bernafas secara otomatis dilakukan tubuh, dan tidak memusatkan perhatian pada nafas. Pertama, tutup mata Anda, hirup nafas perlahan hingga dalam lewat hidung, lalu keluarkan lewat mulut. Usahakan untuk mengeluarkan nafas 2 kali lebih panjang dari nafas yang dihirup. Misal, ketika menghirup udara selama 5 detik, hembuskan napas hingga 10 detik. Lakukan beberapa kali. Ulangi setiap diperlukan.</p>
<p>Hadir pada acara yang sama, tiga orang duta Hair Repair dan Hair Recovery Makarizo: Nadine Chandrawinata, Titi Kamal, dan Paula Verhoeven. Masing-masing memiliki resep cantik luar-dalamnya. Mereka sepakat bahwa merawat pikiran agar selalu positif, mengapresiasi diri, dan menghargai tubuh apa adanya adalah kunci mereka untuk <em>inner beauty</em>. Sebagai bentuk mencintai tubuhnya, mereka menjaga dengan perawatan, dari asupan makanan sehat hingga bantuan produk.</p>
<p>Ketiga wanita cantik ini di luar kegiatan pekerjaan memang adalah sahabat. Mereka saling berbagi tips cantik ke sahabatnya. Salah satu hal yang mereka bagi juga kepada para pers di acara tersebut adalah cara mereka merawat kecantikan rambutnya. “Saya menggunakan Hair Repair (masker rambut) di rambut sebelum keramas, lalu saya bungkus dengan <em>shower cap</em> selama kurang lebih 45 menit. Lalu keramas, setelah itu saya keringkan dengan handuk, lalu aplikasikan Hair Recovery (serum nutrisi pelindung rambut) sebelum ditata,” saran Titi.</p>
<p>Nadine dan Paula mengakui bahwa mereka mengenal produk perawatan Makarizo dari Titi Kamal yang sudah menggunakannya sejak 11 tahun lalu. Kini, meski rambut mereka sempat rusak akibat aktivitas dan penataan khusus yang terlalu sering, sekarang terlihat cantik dan sehat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vidilarosalina.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vidilarosalina.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vidilarosalina.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vidilarosalina.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vidilarosalina.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vidilarosalina.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vidilarosalina.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vidilarosalina.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vidilarosalina.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vidilarosalina.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vidilarosalina.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vidilarosalina.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vidilarosalina.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vidilarosalina.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=21&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/cantik-atau-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512fe2409580f7b8ba66fca7e07d554?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vidila</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lemongrass Tea</title>
		<link>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/lemongrass-tea/</link>
		<comments>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/lemongrass-tea/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 02:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vidila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dapur]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vidilarosalina.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Bahan: ½ batang sereh 1 sdm gula merah 1 ruas jari kayu manis 2 gr (1 sdm) teh hitam Garam secukupnya Cara membuat: 1. Cuci semua bahan-bahan yang akan digunakan hingga bersih. 2. Potong kasar sereh. 3. Rebus sereh dan kayu manis dengan 1 gelas air hingga mendidih. 4. Tambahkan teh, gula merah, dan garam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=22&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-41" title="tea" src="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/tea.jpg" alt="tea" width="80" height="60" />Bahan:<br />
½ batang sereh<br />
1 sdm gula merah<br />
1 ruas jari kayu manis<br />
2 gr (1 sdm) teh hitam<br />
Garam secukupnya</p>
<p>Cara membuat:<br />
1. Cuci semua bahan-bahan yang akan digunakan hingga bersih.<br />
2. Potong kasar sereh.<br />
3. Rebus sereh dan kayu manis dengan 1 gelas air hingga mendidih.<br />
4. Tambahkan teh, gula merah, dan garam secukupnya, aduk.<br />
5. Saring dan siap untuk diminum.<br />
6. Bagi yang menyukai rasa asam, bisa ditambahkan jeruk nipis sesuai selera.</p>
<p>Tips dari Dr. Martha Tilaar, dikutip dari bukunya, <em>Healthy Lifestyle with Jamu: Sehat dan Cantik Alami sesuai Siklus Kehidupan. </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vidilarosalina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vidilarosalina.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vidilarosalina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vidilarosalina.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vidilarosalina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vidilarosalina.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vidilarosalina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vidilarosalina.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vidilarosalina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vidilarosalina.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vidilarosalina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vidilarosalina.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vidilarosalina.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vidilarosalina.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=22&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/07/lemongrass-tea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512fe2409580f7b8ba66fca7e07d554?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vidila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/tea.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ambisi Ibu Membuat Anak Pusing</title>
		<link>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/06/ambisi-ibu-membuat-anak-pusing/</link>
		<comments>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/06/ambisi-ibu-membuat-anak-pusing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 08:18:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vidila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vidilarosalina.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ajaran baru sudah dimulai. Para ibu mulai mengantar dan menjemput anak-anak yang masih di sekolah dasar. Halaman sekolah pun mulai ramai, ibu-ibu muda mengobrol sambil menunggu anak-anaknya, berbagi cerita liburan dan pengalaman, bahkan berjualan dari pakaian, aksesori, tas tangan, sepatu, hingga sandal. Banyak pula aktivitas sosial positif berkembang, tali silaturahim antarorangtua terjalin akrab. Tetapi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=9&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-63" title="ipam3" src="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/ipam3.jpg" alt="ipam3" width="97" height="130" />Tahun ajaran baru sudah dimulai. Para ibu mulai mengantar dan menjemput  anak-anak yang masih di sekolah dasar. Halaman sekolah pun mulai ramai, ibu-ibu  muda mengobrol sambil menunggu anak-anaknya, berbagi cerita liburan dan  pengalaman, bahkan berjualan dari pakaian, aksesori, tas tangan, sepatu, hingga  sandal.</p>
<p>Banyak pula aktivitas sosial positif berkembang, tali silaturahim  antarorangtua terjalin akrab. Tetapi, tanpa terasa, keakraban tersebut ada  kalanya berkembang ke arah berbagai macam persaingan. Andai persaingan masih  dalam koridor antarorangtua, toleransi masih terjaga.</p>
<p>Bila persaingan  mengarah pada prestasi belajar dan prestasi sosial anak-anaknya, maka dampak  eksesif dapat melanda motivasi belajar anak.</p>
<p>Les matematika, les  berenang, les piano, les gitar, les gambar, les pelajaran sekolah seperti  matematika, IPA, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin, menjadi bahan perbandingan  prestasi. Maka, ibu-ibu saling tukar informasi, di mana anak-anak harus ikut les  menjadi informasi yang terus dicari. Sepulang sekolah anak langsung dikirim ke  rumah guru berbagai macam les sehingga pulang ke rumah menjelang  senja.</p>
<p>Makan siang di mobil dalam perjalanan ke tempat les. Sampai di  rumah mandi, makan, dicek lagi penguasaan bahan ulangan untuk esoknya, hingga  pukul 21.00. Anak tidur kelelahan dan bila saat menjelang tidur anak belum hafal  betul pelajaran yang diulangkan, keesokannya anak dibangunkan pukul 05.00 untuk  mengulang lagi.</p>
<p>Mengapa sampai demikian repotnya menghadapi ulangan  sekolah dasar? Karena si S, teman sekelas K, ulangan matematika mendapat angka  9, sementara si K cuma dapat 6, misalnya. Kondisi ini membuat ibu K bingung  mencari guru les paling ”hebat”.</p>
<p>Waktu bermain K dikurangi karena harus  les tambahan agar prestasi belajar meningkat. Untuk itu, kecuali K harus  berlatih membuat soal matematika dari guru les, di rumah harus mengulang  berlatih matematika dengan pengasuhnya yang kebetulan lulusan  SMP.</p>
<p>Belajar bagi K akhirnya menjadi peristiwa heboh, padahal dia baru  kelas III SD. Bila anak kurang rapi mencatat pelajaran, maka ibu akan sibuk  menelepon teman-teman anak yang pandai untuk dipinjam buku catatannya. Ibu  mengopi untuk bahan pelajaran anaknya yang akan menghadapi ulangan  keesokannya.</p>
<p><strong>Kasus</strong></p>
<p>”Ibu, anak saya laki-laki  kelas III (E, 9) tidak bisa berkonsentrasi. Kalau belajar di rumah kelihatannya  sudah hafal betul, tetapi saat ulangan kata anak saya &#8216;lupa’ semua, enggak ada  yang ingat. Ulangan sains atau matematika dapat 3 dan 4. Maunya main saja. Kalau  pembantunya membacakan bahan ulangan, tangannya tidak pernah lepas dari mainan  lego atau mobil-mobilan kecil.</p>
<p>Terkadang pagi sebelum mandi disuruh  menghafal pelajaran yang akan diulangkan hari itu. Di rumah terlihat sudah hafal  betul, tettapi nilainya tidak pernah lebih dari 5. Kenapa, ya ,  Bu?</p>
<p>Memang E tidak pernah tidak naik kelas, tetapi ya, begitulah  nilainya, pas-pasan saja untuk kenaikan. Sedih saya, Bu. Bagaimana membuat  konsentrasi anak bisa terpusat pada pelajaran, Bu?” Demikian ibu dari E (ibu  rumah tangga, 38).</p>
<p>Selanjutnya ibu E bercerita, pengasuh E adalah  pembantu yang baik dan sangat sayang kepada E sehingga sangat meladeni dan  selalu menyiapkan seluruh kebutuhan sekolah E, termasuk menata buku dan  peralatan sekolah. Berpakaian pun, bahkan memasang kaus kaki, E masih dibantu.  Sering E kurang teliti menuliskan tugas pekerjaan rumah dari sekolah, maka ibu  akan mencari informasi dari teman E tentang tugas yang harus dikerjakan  E.</p>
<p>Hasil pemeriksaan psikologi atas E menunjukkan E anak yang cerdas,  bisa duduk diam dalam waktu relatif lama, membuat gambar pemandangan (E  mengatakan paling suka menggambar pemandangan) dengan konsentrasi dan ketekunan  kerja yang amat mengagumkan. Gambar dengan cermat dipulas krayon, dengan  kombinasi warna menarik serta hasilnya indah dan rapi.</p>
<p>Kemampuan menyusun  kalimat sangat baik untuk usianya, E juga anak yang mudah akrab dan kooperatif.  Taraf ketajaman daya analisis untuk rentang usianya pun jauh melebihi rata-rata  anak seusia. Menurut E, sepulang sekolah dari siang hingga sore, kecuali hari  Minggu, E harus ikut les matematika, bahasa Madarin, bahasa Inggris, pelajaran  sekolah dan les tenis pada Sabtu sore. Hari Minggu biasanya pergi ke mal dengan  ayah dan ibunya.</p>
<p><strong>Analisis</strong></p>
<p>1. Persaingan  terselubung di antara para ibu membuat anak tanpa disadari menjadi obyek  penderita karena dijadikan alat memuaskan ambisi prestasi ibunya dengan  melimpahkan beban kepada anak dan menuntut anak melakukan bermacam les yang  belum tentu diperlukan dan disukai anak.</p>
<p>2. Terjadi proses pengalihan  tanggung jawab belajar/sekolah dari anak sebagai subyek yang bersekolah kepada  ibu dan pengasuhnya. Dengan kata lain, ibu dan pengasuhnyalah yang bersekolah di  SD.</p>
<p>3. Anak menjadi subyek pasif dalam kegiatan belajar karena hanya  bereaksi dan menunggu hasil kerja keras ibu dan pengasuhnya, sehingga tampak  seolah tidak mampu berkonsentrasi.</p>
<p>4. Anak kehilangan hak memilih  aktivitas jenis permainan dengan bebas karena padatnya acara berbagai macam les  yang harus diikutinya. Padahal bermain dengan memilih permainan sesuai dengan  hasrat serta minat anak identik dengan belajar keterampilan hidup yang memicu  motivasi anak untuk menunjukkan prestasi sosialnya kelak kemudian  hari.</p>
<p>5. Khusus untuk E, dari prestasi belajarnya E terkesan tidak mampu  memusatkan perhatian (berkonsentrasi) yang antara lain disebabkan perannya  sebagai subyek pasif dalam proses belajar. Padahal tanpa konsentrasi anak tidak  mungkin mampu menggambar pemandangan indah dengan susunan pilihan warna krayon  yang indah atau menyusun lego hingga menjadikannya kapal terbang yang dapat  menggelinding.</p>
<p>Jadi, hendaknya lakukanlah evaluasi, sejauh manakah  urgensi anak untuk mengikuti berbagai les pelajaran dan berbagai keterampilan  yang serta-merta membuat anak justru mengalihkan tanggung jawab belajarnya  kepada ibu dan pengasuhnya yang ”baik” tadi. Secara bertahap ibu dan pengasuh  harus mundur dari peran mendominasi proses belajar anak, dalam hal ini, bagi  upaya mencari solusi pada kasus E.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vidilarosalina.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vidilarosalina.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vidilarosalina.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vidilarosalina.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vidilarosalina.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vidilarosalina.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vidilarosalina.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vidilarosalina.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vidilarosalina.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vidilarosalina.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vidilarosalina.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vidilarosalina.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vidilarosalina.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vidilarosalina.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=9&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/06/ambisi-ibu-membuat-anak-pusing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512fe2409580f7b8ba66fca7e07d554?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vidila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/ipam3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ipam3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Sugesti Negatif Bagi Anak</title>
		<link>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/06/pengaruh-sugesti-negatif-pada-anak/</link>
		<comments>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/06/pengaruh-sugesti-negatif-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 08:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vidila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vidilarosalina.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak harus dihindarkan dari sugesti negatif yang sering dilontarkan secara sadar maupun tidak sadar oleh orangtua, bila ingin anaknya tumbuh dan berkembang secara maksimal. Hal itu disampaikan Ahli hipnoterapi Lanny Kuswandi dalam seminar berjudul &#8220;Hypnoparenting, Belajar Menjadi Orang Tua Terbaik&#8221;, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, sugesti positif ataupun negatif sama-sama memiliki pengaruh yang cukup besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=5&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-61" title="ipam" src="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/ipam1.jpg?w=112&#038;h=150" alt="ipam" width="112" height="150" /></p>
<p>Anak-anak harus dihindarkan dari sugesti negatif yang sering dilontarkan secara  sadar maupun tidak sadar oleh orangtua, bila ingin anaknya tumbuh dan berkembang  secara maksimal.</p>
<p>Hal itu disampaikan Ahli hipnoterapi Lanny Kuswandi  dalam seminar berjudul &#8220;Hypnoparenting, Belajar Menjadi Orang Tua Terbaik&#8221;, di  Jakarta, Jumat.</p>
<p>Menurut dia, sugesti positif ataupun negatif sama-sama  memiliki pengaruh yang cukup besar bagi tumbuh kembang mental  anak.</p>
<p>Misalnya, pada saat bayi dalam kandungan, lahir, sampai tumbuh  hingga usia anak-anak, banyak orangtua sudah melakukan sugesti positif dengan  sering mengatakan &#8220;kalau besar kamu akan menjadi anak cantik, sholeh, dan  lain-lain&#8221;.</p>
<p>Sugesti tersebut bisa menimbulkan kepercayaan diri bagi anak  selama masa pertumbuhan hingga dewasa, sehingga perkataan orangtua bisa  terwujud.</p>
<p>Demikian juga sebaliknya, kata Lanny, secara tidak sadar  orangtua juga sering melakukan sugesti negatif yaitu bila melihat anaknya naik  tangga, langsung berteriak &#8220;Awas nanti jatuh&#8221;, yang dikatakan  berulang-ulang.</p>
<p>Dengan demikian, dengan melakukan sugesti negatif baik  secara sengaja maupun tidak, bisa membuat anak benar-benar jatuh.</p>
<p>Sebaiknya kalimat yang diucapkan untuk mengingatkan anak adalah, &#8220;anak yang  pintar sedang naik tangga, pegangan ya sampai atas dengan selamat&#8221;, sehingga  diharapkan si anak bisa sampai ke atas dengan selamat.</p>
<p>Selain itu, kata  dia, stres pada orangtua juga akan memberikan pancaran aura negatif (tidak  sehat) kepada anak-anaknya.</p>
<p>Kondisi tersebut, lama kelamaan dapat  mengakibatkan gangguan penurunan daya tahan tubuh sehingga berpengaruh pada  kesehatan fisik maupun mental anak, ujarnya.</p>
<p>Psikologi hipnotis dapat  digunakan sebagai sebuah metode terapi yang dikenal dengan hipnoterapi, seperti  untuk menghilangkan phobia, melupakan sebuah kejadian traumatis dan  menghilangkan kebiasaan yang tidak diinginkan seperti narkoba.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vidilarosalina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vidilarosalina.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vidilarosalina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vidilarosalina.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vidilarosalina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vidilarosalina.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vidilarosalina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vidilarosalina.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vidilarosalina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vidilarosalina.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vidilarosalina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vidilarosalina.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vidilarosalina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vidilarosalina.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vidilarosalina.wordpress.com&amp;blog=8891748&amp;post=5&amp;subd=vidilarosalina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vidilarosalina.wordpress.com/2009/08/06/pengaruh-sugesti-negatif-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512fe2409580f7b8ba66fca7e07d554?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vidila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vidilarosalina.files.wordpress.com/2009/08/ipam1.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">ipam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
